Matematika Menyenangkan dengan Gatotkora
(Pembelajaran matematika dengan permainan modifikasi Mathopoly dan Kotak Romawi).

Dari dulu hingga sekarang, matematika selalu terkenal sebagai momok dalam dunia sekolah. Pada umumnya siswa menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit, abstrak, dan tidak mudah dipahami. Selain pelajarannya yang penuh dengan angka dan menghitung, faktor lain yang menambah ketidaksukaan siswa terhadap matematika adalah metode pembelajarannya.

Matematika itu Membingungkan dan akhirnya menjenuhkan
Kebanyakan metode pembelajaran matematika adalah Teacher Learning Centered dimana guru menjelaskan dan siswa memerhatikan dengan terus Kegiatan Belajar Mengajar kepada guru di muka kelas. Hal ini tentu memberikan kesan membosankan terutama bagi anak-anak Sekolah Dasar yang notabene suka bermain. Oleh karena itu dibutuhkan metode pembelajaran matematika baru yang lebih asyik dan tidak membosankan.

Anak – anak membutuhkan jam bermain yang lebih banyak daripada belajar

Berawal dari permasalahan tersebut, tercetuslah Gatotkora (Program Mathopoly dan Kotak Romawi) oleh 5 mahasiswa UNDIP Afida (Matematika), Intan (Matematika), Dian (Matematika), Wisnu (Matematika), dan Nadzif (Psikologi). Gatotkora menrupaka program PKM Pengabdian Masyarakat yang memperkenalkan cara asyik belajar matematika untuk anak Sekolah Dasar. Permainan ini di terapkan di SD N Mluweh Kecamatan Ungaran Timur.
Seperti dengan namanya, Gatotkora menggunakan dua media pembelajran yaitu Mathopoly dan Kotak Romawi. Mathopoly dan Kotak Romawi merupakan modifikasi dari permainan monopoli dan ular tangga yang diberi materi-materi matematika sesuai kebutuhan pembelajaran. Pada penerapannya, Gatotkora berbasis Students Learning Centered dimana siswa sebagai objek sekaligus subjek yang memainkan permainan Mathopoly dan Kotak Romawi.
Bermain sambil Belajar Matematika
Program ini bertujuan meningkatkan minat baca untuk belajar matematika dan terciptanya metode pembelajaran matematika yang tidak membosanakan serta mengubah paradigma matematika sebagai momok bagi anak – anak Sekolah Dasar. (WR)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *